Pemuda Menegakkan Rukun Islam Namun Terjerumus Maksiat

MediaMuslim.Info – Seorang pemuda selalu menegakkan Rukun Islam yang lima, sebagaimana yang disyariatkan oleh Alloh Subhanallohu wa Ta’ala, namun ia terjerumus ke dalam kemaksiatan atau berkumpul padanya perbuatan yang diwajibkan dengan perbuatan yang dilarang dalam Syariat Islam, bagaimana hukum Islam terhadap hal yang demikian?

Kasus ini tidak sedikit yang mengidap kaum muslim saat ini, para pemuda yang penuh dengan semangat dan tekun mempelajari dan mendakwahkan Syariat Islam yang mulia ini secara sengaja ataupun tidak sengaja, terjerumus pada jurang kemaksiatan. Umumnya salah satu jebakan utama adalah hal-hal yang berkaitan dengan uang dan wanita. Pada kesempatan kali ini, akan disampaikan fatwa yang bekenaan dengan masalah khusus kondisi pemuda tersebut sesuai dengan judul artikel ini.

Pintu taubat senantiasa terbuka sampai terbitnya matahari dari barat, maka bagi setiap kafir dan orang yang bermaksiat untuk bertaubat kepada Alloh dengan taubat nasuha. Taubat yang demikian dilakukan dengan menyesali perbuatan maksiat yang sebelumnya dan meninggalkan perbuatan tersebut, dan meninggalkannya karena takut dan mengagungkan Alloh. Serta berazam(berjanji dengan sungguh-sungguh) untuk tidak mengulangi lagi. barangsiapa yang bertaubat dengan taubat yang demikian maka Alloh akan menghapuskan dosanya yang lalu seperti firman Alloh Ta’ala: “Dan bertaubatlah kepada Alloh wahai orang-orang yang beriman agar kalian beruntung.” (QS. An Nur: 31)

“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi siapa yang bertaubat dan beramal shalih kemudian tetap di jalan yang benar.” (QS Thoha : 82)

Dan Nabi shalallahu ‘alahi wa sallam bersabda: “Islam menghancurkan apa-apa yang ada sebelumnya, dan taubat menghancurkan apa-apa yang sebelumnya”

Dan dari kesempurnaan taubat yang berkaitan dengan hak muslim yang lain adalah mengembalikan hak orang yang didhalimi, atau meminta dihalalkan dari orang yang didhalimi, sebagaimana sabda Nabi shalallahu ‘alahi wa sallam: “Barangsiapa yang pernah berlaku dhalim terhadap saudaranya maka hendaknya ia minta dihalalkan sekarang, sebelum datangnya hari yang tidak berlaku dinar dan dirham, jika ada padanya amalan shalih maka diambil amalan kebaikannya sesuai kedhaliman yang ia lakukan, apabila tidak ada amalan kebaikan padanya, maka akan diambil kejelekan saudaranya dan diberikan padanya.” (HR Bukhari)

Dan hadits yang berkaitan dengan ini sangatlah banyak.

(Dikutip dari: Fatawa al Muhimmah li Umumil Ummah. Oleh Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz dan Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin)

No comments yet

Tinggalkan Jawapan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

  • Kiriman Terbaru

  • Komen Terbaru

    Aku Lagi on Amalan2 bida’ah dlm masy…
    rully oktario edison… on Berhati-hati atas perkara yang…
    Arjun Sang Pengembar… on Ilmu Laduni, Antara Hakikat da…
    Ervydal Nasir on Ilmu Laduni, Antara Hakikat da…
    Kang Setro Suprapto on Ilmu Laduni, Antara Hakikat da…
  • Arkib

  • Blog Stats

  • %d bloggers like this: