<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Hanan's Blog &#187; Petua &amp; Amalan</title>
	<atom:link href="http://hananismail.wordpress.com/category/tulisan-situs/petua-amalan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hananismail.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Aug 2007 11:17:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>ms</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='hananismail.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/61d49d228d5bcfae5f9ef10dfca58a0f?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Hanan's Blog &#187; Petua &amp; Amalan</title>
		<link>http://hananismail.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hananismail.wordpress.com/osd.xml" title="Hanan&#8217;s Blog" />
		<item>
		<title>13 Sialkah ?</title>
		<link>http://hananismail.wordpress.com/2007/03/01/13-sialkah/</link>
		<comments>http://hananismail.wordpress.com/2007/03/01/13-sialkah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Mar 2007 05:32:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hananismail</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<category><![CDATA[Alam Akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[Análisis]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan]]></category>
		<category><![CDATA[Doa, Zikir, Wirid]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic]]></category>
		<category><![CDATA[Kearifan]]></category>
		<category><![CDATA[Kengkawan]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Melayu Boleh]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Muhasabah]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Nafsiyyah Fikriyyah]]></category>
		<category><![CDATA[Pelik bin ajaib]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Petua]]></category>
		<category><![CDATA[Petua & Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[Saja2]]></category>
		<category><![CDATA[Tafakur]]></category>
		<category><![CDATA[Tafakur (Muhasabah)]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkirah]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Situs]]></category>
		<category><![CDATA[Ummat]]></category>
		<category><![CDATA[Wajib Tahu]]></category>
		<category><![CDATA[Wirid]]></category>
		<category><![CDATA[al-qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[arsip]]></category>
		<category><![CDATA[hadis]]></category>
		<category><![CDATA[islam_progresif]]></category>
		<category><![CDATA[suara hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hananismail.wordpress.com/2007/03/01/13-sialkah/</guid>
		<description><![CDATA[
MediaMuslim.Info &#8211; “Eeh ..ente dapat nomor urut berapa?“ tanya Fulan kepada Si Akhi, “13“ jawab Si Akhi singkat. “Waah..angka sial tuh, mendingan diganti dech, daripada ente yang kena sial!“ sambung Fulan menimpali jawaban dari Si Akhi. Benarkah angka tiga belas itu sial? benarkah angka tiga belas itu dapat membawa kemudharatan dan bisa mendatangkan kemashalatan bagi manusia? mungkin seabreg pertanyaan bakalan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hananismail.wordpress.com&blog=732240&post=46&subd=hananismail&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="snap_preview">
<p align="justify"><a href="http://www.mediamuslim.info/">MediaMuslim.Info</a> &#8211; “Eeh ..ente dapat nomor urut berapa?“ tanya Fulan kepada Si Akhi, “13“ jawab Si Akhi singkat. “Waah..angka sial tuh, mendingan diganti dech, daripada ente yang kena sial!“ sambung Fulan menimpali jawaban dari Si Akhi. Benarkah angka tiga belas itu sial? benarkah angka tiga belas itu dapat membawa kemudharatan dan bisa mendatangkan kemashalatan bagi manusia? mungkin seabreg pertanyaan bakalan muncul dibenak kita ketika melihat kejadian seperti diatas. Wajar dong ya? hal-hal seperti itu akan menggelitik khazanah berpikir kita, yang katanya (katanya loh..!!!) generasi pembaharuan yang selalu ingin tahu akan segala sesuatu. Apalagi bagi kita yang aktif mempelajari islam secara baik. Hal kecil seperti ini harus menjadi perhatian dan wajib dicari jawabannya, sehingga kita ngga’ bakalan terjebak didalam informasi yang sesat dan bisa menyesatkan kita. Salah-salah mencari jawaban malah dapat merusak aqidah kita, nah loh! Coba deh kita liatin  yuk, apa pandangan Islam terhadap masalah kayak ginian.<span id="more-46"></span><span></span></p>
<p align="justify"><strong>Iman Kepada Ketentuan Alloh <em>Subhanahuwata’ala<br />
</em></strong>Di dalam agama Islam, mempercayai segala sesuatu yang dapat membawa kemudharatan dan kesialan bagi manusia dengan menampik ketentuan dari Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, disebut dengan <strong>Tathayyur</strong>. Apaan tuh Tathayyur…? Mudahnya, mempercayai angka tiga belas itu bisa membawa sial, percaya bahwa suara burung sebagai pertanda akan datangnya nasib baik ataupun buruk ataupun juga menyandarkan segala sesuatu yang terjadi di alam ini karena peredaran bintang merupakan beberapa contoh dari sekian banyak contoh dari sikap Tathayyur yang dapat kita temui dalam masyarakat kita. Nahh…faham kan.</p>
<p>Islam sebagai agama yang luhur melalui lisan Nabinya yang mulia tidak mengajarkan kepercayaan akan Tathayyur ini, malahan… Islam berupaya mengikis habis kepercayaan Tathayyur untuk digantikan dengan ketauhidan yang benar kepada Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>. Alloh-pun menegaskan hal ini melalui firmanNya, yang artinya: <em>“Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Alloh, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui” </em>(QS: Al A’raaf: 13) ataupun di Surah yang lain Alloh  <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>bertanya kepada manusia akan perbuatan Tathayyur, yang artinya: <em>“Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan ( kamu mengancam Kami..?). Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas“ </em>(QS: Yasin: 19).</p>
<p>Jelaslah sudah bahwa Tathayyur tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan ke-Esaan Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> yang paling berhak menentukan kebaikan atau kemalangan bagi ummat manusia.</p>
<p><strong>Yang Penting…! Jangan Takut Sial<br />
</strong>Hal pertama yang mesti disingkirkan dalam hati kita adalah rasa takut akan sial, biasanya kebanyakan dari kita-kita terjebak di dalam Tathayyur diawali dengan rasa takut akan nasib sial, akibat nya…bisa ditebak dong ? hal yang akan kita lakukan. <span>Anggapan bahwa “dari pada gue yang kena sial mendingan diturutin aja (Tathayyurnya)!”  akan segera muncul dibenak kita, terjadilah Tathayyur yang sesat dan menyesatkan itu. Nabi Muhammad <em>Shalallahu’alahi was allam</em> telah mengingatkan kita semua melalui lisannya yang mulia kalo yang namanya perbuatan Tathayyur  itu dapat membawa orangnya ke pintu kemusyrikan, beliau bersabda, yang artinya: <em>“ Barangsiapa yang menunaikan hajatnya dengan tathayyur, maka ia benar-benar telah berbuat kemusyrikan. Mereka (para shahabat) berkata,  “lalu apa yang dapat menghapus itu ?” Ia (Nabi) berkata, ” hendaknya orang itu berkata: “Ya Alloh ya Tuhan kami, tidak ada kebaikan kecuali kebaikan-Mu dan tidak ada kesialan kecuali kesialan dari Engkau dan tidak ada tuhan selain Engkau “. </em>(HR: Ahmad dari Hadist Ibnu Amr <em>Radiyallahu’anhu</em>).</span></p>
<p>Makanya, percaya deh…! Hanya Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>Zat yang mampu mendatangkan kesialan dan kebaikan. Ngapain juga takut pada kesialan, kesialan ngga’ akan menghampiri kita kalo kita mau berusaha dan mengembalikan hasil dari usaha yang telah kita lakukan hanya kepada kekuasaan Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, lagian kesialan dalam melakukaan sesuatu menurut kita itu, bisa jadi merupakan keberhasilan tertunda yang ditangguhkan oleh Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> bagi hambaNya, karena Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>menginginkan hambaNya berusaha dan berdo’a dengan sungguh-sungguh dan tidak mudah cepat putus asa serta sabar menanti rahmat dari Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, yang artinya: <em>“Sesungguhnya Alloh bersama orang-orang yang sabar.“ </em>(QS: Al Baqarah: 153) bukankah kasih sayang dan janji Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> itu pasti saudara wahai hati ini dan wahai saudara/i ku?</p>
<p><strong>Jalani Hidup Sesuai Tuntunan Syariat<br />
</strong>Mari kita Renungkan…..! berapa banyak sikap Tathayyur itu menghiasi perbuatan kita sehari-hari? membawa kita secara perlahan-lahan menuju ke jurang kemusyrikan. Jalani hidup sesuai syariat yang telah diturunkan Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> melalui Rasululloh Muhammad <em>Shallallaahu’alaihi wa salam</em>. Jadikan diri sebagai insan yang memiliki tauhid yang benar dan lurus seperti tauhidnya para Nabi dan para salafush saleh (umat Islam terdahulu yang sholeh) yang mereka selalu menjaga diri mereka dari perbuatan menyekutukan Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> dan istiqamah dalam mengabdikan diri hanya kepada Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>. Dan percayalah akan ampunan Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> kepada kita yang selalu istiqamah memegang teguh keimanan dan tauhid kita dengan benar walaupun kita telah banyak melakukan dosa. Rasululloh <em>Shallallaahu’alaihi wa salam</em> bersabda, yang artinya: <em>“Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “ Hai anak Adam, seandainya kamu datang kepada-Ku dengan dosa sepenuh jagad, sedangkan kamu ketika mati berada dalam keadaan tidak berbuat sirik sedikitpun kepada-Ku, niscaya akan Aku berikan kepadamu ampunan sepenuh jagad pula “ </em> ( HR: At Tirmidzi ).</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hananismail.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hananismail.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hananismail.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hananismail.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hananismail.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hananismail.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hananismail.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hananismail.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hananismail.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hananismail.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hananismail.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hananismail.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hananismail.wordpress.com&blog=732240&post=46&subd=hananismail&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hananismail.wordpress.com/2007/03/01/13-sialkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/13e69b5b13101f7149e4cc16f0fec342?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Hanan Bin Ismail</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Katanya Cinta…… Rasul?</title>
		<link>http://hananismail.wordpress.com/2007/03/01/katanya-cinta%e2%80%a6%e2%80%a6-rasul-2/</link>
		<comments>http://hananismail.wordpress.com/2007/03/01/katanya-cinta%e2%80%a6%e2%80%a6-rasul-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Mar 2007 05:30:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hananismail</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<category><![CDATA[Alam Akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[Análisis]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan]]></category>
		<category><![CDATA[Doa, Zikir, Wirid]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic]]></category>
		<category><![CDATA[Kearifan]]></category>
		<category><![CDATA[Kengkawan]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Melayu Boleh]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Muhasabah]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Nafsiyyah Fikriyyah]]></category>
		<category><![CDATA[Pelik bin ajaib]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Petua]]></category>
		<category><![CDATA[Petua & Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[Saja2]]></category>
		<category><![CDATA[Tafakur]]></category>
		<category><![CDATA[Tafakur (Muhasabah)]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkirah]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Situs]]></category>
		<category><![CDATA[Ummat]]></category>
		<category><![CDATA[Wajib Tahu]]></category>
		<category><![CDATA[Wirid]]></category>
		<category><![CDATA[al-qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[arsip]]></category>
		<category><![CDATA[hadis]]></category>
		<category><![CDATA[islam_progresif]]></category>
		<category><![CDATA[suara hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hananismail.wordpress.com/2007/03/01/katanya-cinta%e2%80%a6%e2%80%a6-rasul-2/</guid>
		<description><![CDATA[
MediaMuslim.Info &#8211; Siapa sih yang belum pernah denger kata ‘cinta’? singkat memang, cuma 5 huruf tapi didalamnya terkandung tenaga yang sangat dahsyat. Ada orang yang uring-uringan tidak bisa tidur dan tidak enak makan karenanya. Ketika sang kekasih jauh entah dimana, ingin rasanya segera ke tempatnya untuk sekedar bertemu, pas sudah ketemu jantung berdebar turun-naik, lalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hananismail.wordpress.com&blog=732240&post=45&subd=hananismail&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="snap_preview">
<p align="justify"><span><a href="http://www.mediamuslim.info/">MediaMuslim.Info</a> &#8211; Siapa sih yang belum pernah denger kata ‘cinta’? singkat memang, cuma 5 huruf tapi didalamnya terkandung tenaga yang sangat dahsyat. Ada orang yang uring-uringan tidak bisa tidur dan tidak enak makan karenanya. Ketika sang kekasih jauh entah dimana, ingin rasanya segera ke tempatnya untuk sekedar bertemu, pas sudah ketemu jantung berdebar turun-naik, lalu keluar berjuta-juta kata mutiara buat si do’i, ngalahin kata-kata ununtuk kedua orangtua. Jadi beitulah sepintas gambaran orang yang sedang dilanda sindrom cinta. Jadi apa kita harus ikut-ikutan seperti itu, merasakan pedih dan perihnya hati ini ketika sindrom cinta menghampiri kita?</span><span id="more-45"></span><span></span></p>
<p><span>Apa hidup kita hanya dipakai buat mencintai si do’i yang tidak jelas juntrungannya? rugi doong….kita kan muslim, kalo seperti itu lalu dimana keunggulan jati diri kita sebagai seorang muslim, dibandingin orang-orang beragama lain?</span></p>
<p><span>Cinta yang kita miliki dicurahkan buat si do’i semata, lalu berapa porsi yang kita berikan untuk mencintai seorang hamba dan RasulNya yang sangat cintanya kepada kita, umatnya?</span></p>
<p><span>Cinta terlarang kita kepada si do’i hanya membuat kehinaan di dunia dan penyesalan di akhirat, ngeri kan… sedangkan cinta kita kepada Rasululloh  <em>ShallAllohu ‘alaihi wa sallam  </em>membawa kemuliaan di dunia dan kebahagiaan abadi di akhirat. Dalam hadist shahih yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Nabi  <em>ShallAllohu ‘alaihi wa sallam </em>disebutkan, yang artinya: <em>“Bahwa barangsiapa yang mencintai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka. Dan bahwasanya seseorang itu beserta orang yang dicintainya.”</em></span><span> </span><span>Jadi mana yang kita pilih, si do’i yang tidak karuan kesudahannya atau mencintai Rasululloh <em>ShallAllohu ‘alaihi wa sallam </em>yang pasti happy endingnya, InsyaAlloh. Orang yang sehat tentu jelas pilihannya, karena tidak mungkin memilih kesenangan sekejap di dunia -<strong>dengan cara yang haram pula (pacaran)</strong>- dibandingkan kebahagiaan abadi dunia dan akhirat dengan mengikuti manusia pilihan yang dicintainya, Rasululloh <em>ShallAllohu ‘alaihi wa sallam</em>.</span><span> </span><span>Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari hadist Anas bin Malik </span><span> dikisahkan ada seseorang lelaki yang pernah bertanya kepada Nabi </span><span><em>ShallAllohu ‘alaihi wa sallam </em></span><span>tentang Hari Kiamat. Lelaki itu bertanya “Bilakah datang Hari Kiamat?” Beliau balik bertanya “Apa yang telah engkau persiapkan ununtuk menyambutnya?” Lelaki itu menjawab “Tidak ada yang bisa kupersiapkan. Hanya saja aku mencintai Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>dan RasulNya.” Maka Rasululloh <em>ShallAllohu ‘alaihi wa sallam </em>berkomentar, yang artinya:<em> “Engkau akan dikumpulkan bersama orang yang engkau cintai.” Anas berkata “Kami tidak pernah bersenang hati sebagaimana senangnya kami ketika mendengar beliau bersabda “Engkau akan dikumpulkan bersama orang yang engkau cintai.” Sementara saya mencintai Nabi, Abu Bakar dan Umar. Saya berharap semoga saya bisa bersama mereka karena kecintaan saya kepada mereka, meskipun saya tidak mampu mengamalkan apa yang mereka amalkan.”</em></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hananismail.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hananismail.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hananismail.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hananismail.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hananismail.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hananismail.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hananismail.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hananismail.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hananismail.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hananismail.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hananismail.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hananismail.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hananismail.wordpress.com&blog=732240&post=45&subd=hananismail&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hananismail.wordpress.com/2007/03/01/katanya-cinta%e2%80%a6%e2%80%a6-rasul-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/13e69b5b13101f7149e4cc16f0fec342?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Hanan Bin Ismail</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Doa Ketika Tidak Sengaja Percaya Tahayul</title>
		<link>http://hananismail.wordpress.com/2007/03/01/doa-ketika-tidak-sengaja-percaya-tahayul/</link>
		<comments>http://hananismail.wordpress.com/2007/03/01/doa-ketika-tidak-sengaja-percaya-tahayul/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Mar 2007 05:23:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hananismail</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<category><![CDATA[Alam Akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[Análisis]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan]]></category>
		<category><![CDATA[Doa, Zikir, Wirid]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic]]></category>
		<category><![CDATA[Kearifan]]></category>
		<category><![CDATA[Kengkawan]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Melayu Boleh]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Muhasabah]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Nafsiyyah Fikriyyah]]></category>
		<category><![CDATA[Pelik bin ajaib]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Petua]]></category>
		<category><![CDATA[Petua & Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[Saja2]]></category>
		<category><![CDATA[Tafakur]]></category>
		<category><![CDATA[Tafakur (Muhasabah)]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkirah]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Situs]]></category>
		<category><![CDATA[Ummat]]></category>
		<category><![CDATA[Wajib Tahu]]></category>
		<category><![CDATA[Wirid]]></category>
		<category><![CDATA[al-qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[arsip]]></category>
		<category><![CDATA[hadis]]></category>
		<category><![CDATA[islam_progresif]]></category>
		<category><![CDATA[suara hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hananismail.wordpress.com/2007/03/01/doa-ketika-tidak-sengaja-percaya-tahayul/</guid>
		<description><![CDATA[
MediaMuslim.Info &#8211; Ketika seseorang kejatuhan cicak, atau mendengar burung gagak, seringkali menganggap bahwa itu pertanda akan ada bencana, atau akan ada yang meninggal. Atau ada orang yang mengurungkan niatnya (membatalkan rencananya) karena merasa melihat atau mengalami pertanda buruk.
Kepercayaan tersebut disebut dengan “thiyarah”, dilarang oleh Islam, Rasululloh shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Siapa yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hananismail.wordpress.com&blog=732240&post=44&subd=hananismail&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="snap_preview">
<p align="justify"><span class="datasimp"><span class="datasimp"><a href="http://www.mediamuslim.info/" target="_blank">MediaMuslim.Info</a> &#8211; </span></span>Ketika seseorang kejatuhan cicak, atau mendengar burung gagak, seringkali menganggap bahwa itu pertanda akan ada bencana, atau akan ada yang meninggal. Atau ada orang yang mengurungkan niatnya (membatalkan rencananya) karena merasa melihat atau mengalami pertanda buruk.<span></span></p>
<p align="justify">Kepercayaan tersebut disebut dengan <em>“thiyarah”</em>, dilarang oleh Islam, Rasululloh <em>shallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, yang artinya: <em>“Siapa yang mengurungkan hajatnya (kepentingannya) karena thiyarah, maka dia  telah berbuat syirik”. Para shahabat bertanya: ”Lalu apakah sebagai tebusannya?”. Beliau menjawab:”Supaya dia mengucapkan: “Allaahumma laa khaira….”</em>[baca doa di bawah].(HR: Imam Ahmad)<span id="more-44"></span></p>
<p>Sebagai kaum mukmin seharusnya optimis, selalu berbaik sangka bahwa tidak akan terjadi bencana meskipun melihat pertanda buruk. (Jika memang tidak ditaqdirkan ada bencana). Karena kematian adalah masalah ghaib, hanya Alloh saja yang tahu kapan seseorang meninggal dunia. Tidak ada hubungan antara kematian dengan suara burung ataupun kejatuhan cicak. Jika kita percaya bahwa kejatuhan cicak atau mendengar burung gagak sebagai pertanda kematian, maka kita telah berbuat <strong>SYIRIK</strong>. Kita harus bertaubat. Jika tidak bertaubat, maka dosa kita tak akan diampuni.</p>
<p><strong>Bagaimana cara bertaubat?<br />
</strong>Bacalah do’a di bawah ini ketika kita tidak sengaja (spontan) percaya dengan pertanda buruk, mendengar suara burung, kejatuhan cicak, atau melihat sesuatu yang dipercaya masyarakat sebagai pertanda buruk:</p>
<p align="center"><strong>  اللهم لا طير إ لا طيرك , و لا خير إلا خيرك , و لا إله غيرك </strong></p>
<p><em>“Ya Alloh, Tidak ada keburukan, kecuali telah Engkau tetapkan. Dan tidak ada kebaikan, kecuali telah Engkau tetapkan. Dan tidak ada Tuhan selainMu (yang berhak disembah).</em>“ (HR: Imam Ahmad II/220. dishahihkan oleh Al Abani dalam Ahadits Ash Shahihah III/54, no 1065.)</p>
<p>Jangan lupa bacalah do’a di atas dengan yakin, dan selalu baik sangka (optimis). Wallahu a’lam bish shawab</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hananismail.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hananismail.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hananismail.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hananismail.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hananismail.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hananismail.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hananismail.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hananismail.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hananismail.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hananismail.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hananismail.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hananismail.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hananismail.wordpress.com&blog=732240&post=44&subd=hananismail&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hananismail.wordpress.com/2007/03/01/doa-ketika-tidak-sengaja-percaya-tahayul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/13e69b5b13101f7149e4cc16f0fec342?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Hanan Bin Ismail</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Larangan Memasuki Tempat Pemandian Umum</title>
		<link>http://hananismail.wordpress.com/2007/03/01/larangan-memasuki-tempat-pemandian-umum/</link>
		<comments>http://hananismail.wordpress.com/2007/03/01/larangan-memasuki-tempat-pemandian-umum/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Mar 2007 05:21:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hananismail</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<category><![CDATA[Alam Akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[Análisis]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan]]></category>
		<category><![CDATA[Doa, Zikir, Wirid]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic]]></category>
		<category><![CDATA[Kearifan]]></category>
		<category><![CDATA[Kengkawan]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Melayu Boleh]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Muhasabah]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Nafsiyyah Fikriyyah]]></category>
		<category><![CDATA[Pelik bin ajaib]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Petua]]></category>
		<category><![CDATA[Petua & Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[Saja2]]></category>
		<category><![CDATA[Tafakur]]></category>
		<category><![CDATA[Tafakur (Muhasabah)]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkirah]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Situs]]></category>
		<category><![CDATA[Ummat]]></category>
		<category><![CDATA[Wajib Tahu]]></category>
		<category><![CDATA[Wirid]]></category>
		<category><![CDATA[al-qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[arsip]]></category>
		<category><![CDATA[hadis]]></category>
		<category><![CDATA[islam_progresif]]></category>
		<category><![CDATA[suara hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hananismail.wordpress.com/2007/03/01/larangan-memasuki-tempat-pemandian-umum/</guid>
		<description><![CDATA[
MediaMuslim.Info &#8211; Yang dimaksud dengan tempat pemandian disini adalah tempat bersih dari yang sekarang banyak dikenal dengan sebutan rumah kecantikan, sauna, tempat pemandian uap, panti pijat dan lain sebagainya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang kaum wanita meletakkan pakaiannya tidak pada tempatnya. Aisyah Radhiyallahu anha mendasarkan larangan itu pada ketidaksukaan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hananismail.wordpress.com&blog=732240&post=43&subd=hananismail&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="snap_preview">
<p align="justify"><span class="datasimp"><span class="datasimp"><a href="http://www.mediamuslim.info/" target="_blank">MediaMuslim.Info</a> &#8211; </span></span>Yang dimaksud dengan tempat pemandian disini adalah tempat bersih dari yang sekarang banyak dikenal dengan sebutan rumah kecantikan, sauna, tempat pemandian uap, panti pijat dan lain sebagainya. Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> telah melarang kaum wanita meletakkan pakaiannya tidak pada tempatnya. Aisyah <em>Radhiyallahu anha</em> mendasarkan larangan itu pada ketidaksukaan Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> terhadap masuknya wanita ke tempat pemandian umum.<span id="more-43"></span><span></span></p>
<p align="justify">Dari Abu Al-Malih bin Usamah, dia bercerita, ada beberapa wanita Syam yang masuk ke rumah Aisyah <em>Radhiyallahu anha</em>, lalu dia bertanya: “Dari mana kalian?” Mereka menjawab: “Kami dari penduduk Syam”. Aisyah berkata: “Apakah kalian dari kampung di mana wanita-wanitanya sering memasuki tempat pemandian umum?”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasululloh <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> berkata, yang artinya: <em>“Tidaklah seorang wanita yang menanggalkan pakaiannya di tempat selain rumahnya melainkan akan dikoyak tabir antara dirinya dengan Alloh Ta’ala”.</em> (HR: [Hadits shahih] Imam Abu Daud (4010), Imam Tirmidzi (2803), Imam Ibnu Majah (3750) melalui Salim bin Abi Al-Ja’ad, dari Abu Mulih dengan sanad shahih)</p>
<p>Tetapi banyak wanita pada zaman sekarang ini yang pergi ke tempat-tempat pemandian uap atau sauna. Para penyelenggara tempat pemandian itu tidak memelihara kehormatan kaum wanita dan bahkan tidak menjaga aurat mereka. Lebih dari itu, kebanyakan dari penyelenggara ini adalah orang-orang pengabdi hawa nafsu dan memiliki tujuan-tujuan keji.</p>
<p>Tidak tertutup bagi Saudariku, wahai wanita Muslimah, pada saat mandi atau singgah di tempat-tempat seperti itu akan melihat para wanita saling melihat aurat mereka satu dengan yang lainnya, bahkan tidak jarang banyak orang laki-laki khususnya penyelenggara tempat-tempat itu yang melihat aurat para wanita yang ada di sana. Bahkan tidak sedikit dari kaum wanita yang tidak memelihara kehormatan mereka di hadapan Alloh <em>Azza wa Jalla</em>, dimana mereka meminta orang laki-laki untuk memijat badan mereka. Semuanya itu merupakan awal dari perbuatan zina. Semoga Alloh <em>Azza wa Jalla </em>melindungi kita semua dari perbuatan hina tersebut.</p>
<p>Dalam sebuah hadits disebutkan, yang artinya: <em>“Tempat mandi (umum) haram bagi para wanita umatku”.</em> (HR: Al-Hakim, isnadnya shahih)</p>
<p>Dari Abu Ayyub Al-Anshary dalam suatu hadits yang panjang yang dimarfu’kan, didalamnya disebutkan, yang artinya: <em>“Barangsiapa beriman kepada Alloh dan hari akhirat dari wanita-wanita kau, maka janganlah dia memasuki pemandian (umum)”. </em>(HR: Ath-Thabrany di dalam Al-Kabir dan Al-Ausath)</p>
<p>Yang harus Anda lakukan, wahai wanita Muslimah adalah menjauhi tempat-tempat mesum tersebut, di mana aurat wanita dan juga laki-laki terbuka lebar, kehormatan pun tidak lagi dihargai. Dan juga Anda harus memperingatkan para wanita yang sering mendatangi tempat-tempat tersebut, karena yang demikian itu merupakan kewajiban amar ma’ruf nahi munkar.</p>
<p>(Sumber Rujukan: 30 Larangan Bagi Wanita)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hananismail.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hananismail.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hananismail.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hananismail.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hananismail.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hananismail.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hananismail.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hananismail.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hananismail.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hananismail.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hananismail.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hananismail.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hananismail.wordpress.com&blog=732240&post=43&subd=hananismail&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hananismail.wordpress.com/2007/03/01/larangan-memasuki-tempat-pemandian-umum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/13e69b5b13101f7149e4cc16f0fec342?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Hanan Bin Ismail</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Katanya Cinta…… Rasul?</title>
		<link>http://hananismail.wordpress.com/2007/03/01/katanya-cinta%e2%80%a6%e2%80%a6-rasul/</link>
		<comments>http://hananismail.wordpress.com/2007/03/01/katanya-cinta%e2%80%a6%e2%80%a6-rasul/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Mar 2007 05:15:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hananismail</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<category><![CDATA[Alam Akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan]]></category>
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Doa, Zikir, Wirid]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic]]></category>
		<category><![CDATA[Kearifan]]></category>
		<category><![CDATA[Melayu Boleh]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Muhasabah]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Nafsiyyah Fikriyyah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Petua]]></category>
		<category><![CDATA[Petua & Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[Tafakur]]></category>
		<category><![CDATA[Tafakur (Muhasabah)]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkirah]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Situs]]></category>
		<category><![CDATA[Ummat]]></category>
		<category><![CDATA[Wajib Tahu]]></category>
		<category><![CDATA[Wirid]]></category>
		<category><![CDATA[al-qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[arsip]]></category>
		<category><![CDATA[hadis]]></category>
		<category><![CDATA[islam_progresif]]></category>
		<category><![CDATA[suara hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hananismail.wordpress.com/2007/03/01/katanya-cinta%e2%80%a6%e2%80%a6-rasul/</guid>
		<description><![CDATA[
MediaMuslim.Info &#8211; Siapa sih yang belum pernah denger kata ‘cinta’? singkat memang, cuma 5 huruf tapi didalamnya terkandung tenaga yang sangat dahsyat. Ada orang yang uring-uringan tidak bisa tidur dan tidak enak makan karenanya. Ketika sang kekasih jauh entah dimana, ingin rasanya segera ke tempatnya untuk sekedar bertemu, pas sudah ketemu jantung berdebar turun-naik, lalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hananismail.wordpress.com&blog=732240&post=42&subd=hananismail&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="snap_preview">
<p align="justify"><span><a href="http://www.mediamuslim.info/">MediaMuslim.Info</a> &#8211; Siapa sih yang belum pernah denger kata ‘cinta’? singkat memang, cuma 5 huruf tapi didalamnya terkandung tenaga yang sangat dahsyat. Ada orang yang uring-uringan tidak bisa tidur dan tidak enak makan karenanya. Ketika sang kekasih jauh entah dimana, ingin rasanya segera ke tempatnya untuk sekedar bertemu, pas sudah ketemu jantung berdebar turun-naik, lalu keluar berjuta-juta kata mutiara buat si do’i, ngalahin kata-kata ununtuk kedua orangtua. Jadi beitulah sepintas gambaran orang yang sedang dilanda sindrom cinta. Jadi apa kita harus ikut-ikutan seperti itu, merasakan pedih dan perihnya hati ini ketika sindrom cinta menghampiri kita?</span><span id="more-42"></span><span></span></p>
<p><span>Apa hidup kita hanya dipakai buat mencintai si do’i yang tidak jelas juntrungannya? rugi doong….kita kan muslim, kalo seperti itu lalu dimana keunggulan jati diri kita sebagai seorang muslim, dibandingin orang-orang beragama lain?</span></p>
<p><span>Cinta yang kita miliki dicurahkan buat si do’i semata, lalu berapa porsi yang kita berikan untuk mencintai seorang hamba dan RasulNya yang sangat cintanya kepada kita, umatnya?</span></p>
<p><span>Cinta terlarang kita kepada si do’i hanya membuat kehinaan di dunia dan penyesalan di akhirat, ngeri kan… sedangkan cinta kita kepada Rasululloh  <em>ShallAllohu ‘alaihi wa sallam  </em>membawa kemuliaan di dunia dan kebahagiaan abadi di akhirat. Dalam hadist shahih yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Nabi  <em>ShallAllohu ‘alaihi wa sallam </em>disebutkan, yang artinya: <em>“Bahwa barangsiapa yang mencintai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka. Dan bahwasanya seseorang itu beserta orang yang dicintainya.”</em></span><span> </span><span>Jadi mana yang kita pilih, si do’i yang tidak karuan kesudahannya atau mencintai Rasululloh <em>ShallAllohu ‘alaihi wa sallam </em>yang pasti happy endingnya, InsyaAlloh. Orang yang sehat tentu jelas pilihannya, karena tidak mungkin memilih kesenangan sekejap di dunia -<strong>dengan cara yang haram pula (pacaran)</strong>- dibandingkan kebahagiaan abadi dunia dan akhirat dengan mengikuti manusia pilihan yang dicintainya, Rasululloh <em>ShallAllohu ‘alaihi wa sallam</em>.</span><span> </span><span>Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari hadist Anas bin Malik </span><span> dikisahkan ada seseorang lelaki yang pernah bertanya kepada Nabi </span><span><em>ShallAllohu ‘alaihi wa sallam </em></span><span>tentang Hari Kiamat. Lelaki itu bertanya “Bilakah datang Hari Kiamat?” Beliau balik bertanya “Apa yang telah engkau persiapkan ununtuk menyambutnya?” Lelaki itu menjawab “Tidak ada yang bisa kupersiapkan. Hanya saja aku mencintai Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>dan RasulNya.” Maka Rasululloh <em>ShallAllohu ‘alaihi wa sallam </em>berkomentar, yang artinya:<em> “Engkau akan dikumpulkan bersama orang yang engkau cintai.” Anas berkata “Kami tidak pernah bersenang hati sebagaimana senangnya kami ketika mendengar beliau bersabda “Engkau akan dikumpulkan bersama orang yang engkau cintai.” Sementara saya mencintai Nabi, Abu Bakar dan Umar. Saya berharap semoga saya bisa bersama mereka karena kecintaan saya kepada mereka, meskipun saya tidak mampu mengamalkan apa yang mereka amalkan.”</em></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hananismail.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hananismail.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hananismail.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hananismail.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hananismail.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hananismail.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hananismail.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hananismail.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hananismail.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hananismail.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hananismail.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hananismail.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hananismail.wordpress.com&blog=732240&post=42&subd=hananismail&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hananismail.wordpress.com/2007/03/01/katanya-cinta%e2%80%a6%e2%80%a6-rasul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/13e69b5b13101f7149e4cc16f0fec342?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Hanan Bin Ismail</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hadits Lemah: Perselisihan Adalah Rahmat</title>
		<link>http://hananismail.wordpress.com/2007/03/01/hadits-lemah-perselisihan-adalah-rahmat/</link>
		<comments>http://hananismail.wordpress.com/2007/03/01/hadits-lemah-perselisihan-adalah-rahmat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Mar 2007 05:13:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hananismail</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<category><![CDATA[Alam Akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan]]></category>
		<category><![CDATA[Doa, Zikir, Wirid]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic]]></category>
		<category><![CDATA[Kearifan]]></category>
		<category><![CDATA[Melayu Boleh]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Muhasabah]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Nafsiyyah Fikriyyah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Petua]]></category>
		<category><![CDATA[Petua & Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[Tafakur]]></category>
		<category><![CDATA[Tafakur (Muhasabah)]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkirah]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Situs]]></category>
		<category><![CDATA[Ummat]]></category>
		<category><![CDATA[Wajib Tahu]]></category>
		<category><![CDATA[Wirid]]></category>
		<category><![CDATA[al-qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[arsip]]></category>
		<category><![CDATA[hadis]]></category>
		<category><![CDATA[islam_progresif]]></category>
		<category><![CDATA[suara hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hananismail.wordpress.com/2007/03/01/hadits-lemah-perselisihan-adalah-rahmat/</guid>
		<description><![CDATA[
MediaMuslim.Info &#8211; “Perselisihan di antara umat adalah Rahmat”. Perkataan ini dibawakan oleh Imam Nashr Al-Maqdasy dalam Al-Hujjah dan Imam Al-Baihaqy dalam Ar Risalatul Asy’ariyyah tanpa sanad.
Syaikh Al-Albany rahimatulloh berkata dalam Adh-Dho’ifah no 57: “Tidak ada asalnya (arab: laa ashla lahu) dan para muhadditsin (ahli hadits) telah mengerahkan segenap upaya mereka untuk menemukan sanadnya akan tetapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hananismail.wordpress.com&blog=732240&post=41&subd=hananismail&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="snap_preview">
<p align="justify"><a href="http://www.mediamuslim.info/">MediaMuslim.Info</a> &#8211; “Perselisihan di antara umat adalah Rahmat”. Perkataan ini dibawakan oleh Imam Nashr Al-Maqdasy dalam Al-Hujjah dan Imam Al-Baihaqy dalam Ar Risalatul Asy’ariyyah tanpa sanad.</p>
<p>Syaikh Al-Albany rahimatulloh berkata dalam Adh-Dho’ifah no 57: “Tidak ada asalnya (arab: laa ashla lahu) dan para muhadditsin (ahli hadits) telah mengerahkan segenap upaya mereka untuk menemukan sanadnya akan tetapi mereka tidak menemukannya.”<span></span></p>
<p align="justify">Oleh karena itulah, Al-Munawy menukil dari Imam As-Subky bahwa beliau menyatakan: “(ucapan ini) tidak dikenal di kalangan para muhadditsin, dan saya tidak menemukan untuknya sanad yang shohih, tidak pula (sanad) yang palsu”. Dan hal ini disetujui oleh Syaikh Zakariya Al-Anshory dalam komentar beliau terhadap kitab Tafsirul Baydhowy.<span id="more-41"></span></p>
<p>Adapun dari sisi matan (redaksi) hadits, maka Imam Ibnu Hazm setelah mengisyaratkan bahwa ucapan di atas bukanlah hadits Nabi <em>Shollallahu ‘alaihi wasallam</em>, beliau menegaskan: “Ini adalah termasuk di antara ucapan yang paling rusak, karena jika seandainya perselisihan adalah rahmat maka tentunya persatuan adalah siksaan, dan hal ini tentunya tidak akan dikatakan oleh muslim manapun.”</p>
<p>(Sumber Rujukan: Ad-Dho’ifah [57], Al-Asrorul Marfu’ah [506] dan Tanzihus Syari’ah[2/402])</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hananismail.wordpress.com/41/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hananismail.wordpress.com/41/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hananismail.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hananismail.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hananismail.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hananismail.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hananismail.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hananismail.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hananismail.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hananismail.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hananismail.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hananismail.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hananismail.wordpress.com&blog=732240&post=41&subd=hananismail&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hananismail.wordpress.com/2007/03/01/hadits-lemah-perselisihan-adalah-rahmat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/13e69b5b13101f7149e4cc16f0fec342?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Hanan Bin Ismail</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum-hukum yang berkenaan dengan Istihadlah</title>
		<link>http://hananismail.wordpress.com/2007/02/25/hukum-hukum-yang-berkenaan-dengan-istihadlah/</link>
		<comments>http://hananismail.wordpress.com/2007/02/25/hukum-hukum-yang-berkenaan-dengan-istihadlah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Feb 2007 12:03:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hananismail</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<category><![CDATA[Alam Akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan]]></category>
		<category><![CDATA[Doa, Zikir, Wirid]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic]]></category>
		<category><![CDATA[Kearifan]]></category>
		<category><![CDATA[Melayu Boleh]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Muhasabah]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Nafsiyyah Fikriyyah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Petua]]></category>
		<category><![CDATA[Petua & Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[Tafakur]]></category>
		<category><![CDATA[Tafakur (Muhasabah)]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkirah]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Situs]]></category>
		<category><![CDATA[Ummat]]></category>
		<category><![CDATA[Wajib Tahu]]></category>
		<category><![CDATA[Wirid]]></category>
		<category><![CDATA[al-qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[arsip]]></category>
		<category><![CDATA[hadis]]></category>
		<category><![CDATA[islam_progresif]]></category>
		<category><![CDATA[suara hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hananismail.wordpress.com/2007/02/25/hukum-hukum-yang-berkenaan-dengan-istihadlah/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info &#8211; Istihadlah adalah darah yang keluar (dari rahim wanita) bukan pada waktunya dari urat yang disebut adzil. Wanita yang istihadlah masalahnya memang agak rumit, karena darah haid menyerupai darah istihadlah ini. Jika darah yang keluar dari wanita itu terus menerus atau melampaui waktunya, dan ia ragu apakah darah itu darah haid atau istihadlah, maka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hananismail.wordpress.com&blog=732240&post=40&subd=hananismail&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify"><a href="http://www.mediamuslim.info/">MediaMuslim.Info</a> &#8211; Istihadlah adalah darah yang keluar (dari rahim wanita) bukan pada waktunya dari urat yang disebut adzil. Wanita yang istihadlah masalahnya memang agak rumit, karena darah haid menyerupai darah istihadlah ini. Jika darah yang keluar dari wanita itu terus menerus atau melampaui waktunya, dan ia ragu apakah darah itu darah haid atau istihadlah, maka ia tidak boleh meninggalkan shaum dan sholat, karena hukum yang berlaku bagi wanita istihadlah adalah hukum wanita-wanita suci.<span id="more-40"></span></p>
<p align="justify" dir="ltr"><strong>Kondisi-Kondisi Wanita Ketika Istihadlah</p>
<p></strong>Dengan demikian wanita yang sedang istihadlah memiliki tiga kondisi, yaitu:</p>
<ol>
<li>
<p align="justify">Wanita itu mengetahui kebiasaan tertentu sebelum datangnya istihadlah, bahwa sebelumnya ia haid lima atau delapan hari, misalnya ia haid di awal atau di tengah bulan, sedang ia mengerti akan jumlah dan waktunya, maka hal itu menuntut wanita itu untuk berdiam diri selama kebiasaan haidnya, ia hendaklah meninggalkan sholat dan shaum, karena baginya berlaku hukum-hukum haid. Akan tetapi jika kebiasaan itu habis, maka hendaklah ia segera mandi dan sholat. Adapun darah yang masih tersisa adalah darah istihadlah, karena Rasululloh <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> pernah bersabda kepada Ummu Habibah, yang artinya:  <em>&#8220;Berdiam dirilah kamu selama haid, kemudian setelah itu mandi dan sholatlah.&#8221; </em>(HR: Muslim). Dan sabda beliau kepada Fatimah binti Abu Hubais, yang artinya: <em>&#8220;Sesungguhnya hal itu adalah keringat, bukan haid, maka jika datang haid kepadamu, tinggalkanlah sholat..&#8221;</em> (HR: Bukhari dan Muslim).</li>
<li>
<p align="justify">Jika wanita itu tidak mempunyai kebiasaan tertentu, tetapi darahnya bisa dibedakan, dimana sebagian darahnya terdapat ciri-ciri darah haid, yaitu seperti darah yang berwarna hitam, kental atau berbau dan sisanya terdapat ciri-ciri darah istihadlah, yaitu berwarna merah, tidak berbau dan tidak kental, maka kondisi seperti ini yaitu darah yang mempunyai ciri-ciri darah haid, berarti wanita itu haid, dan ia hendaklah berdiam diri meninggalkan sholat dan shaum. Adapun darah yang selebihnya adalah darah istihadlah, dimana wanita itu harus mandi ketika darah yang terdapat ciri-ciri haid itu telah habis kemudian sholat dan shaum dan ia dianggap telah suci. Hal ini berdasarkan sabda Rasululloh <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> kepada Fatimah binti Abu Hubaisy, yang artinya: <em> &#8220;Jika darah itu haid, maka ia berwarna hitam yang telah dikenal, maka tinggalkanlah sholat, tetapi jika berwarna lain, maka hendaklah ia berwudlu dan sholat.&#8221;</em> (HR: Abu Dawud dan An-Nasa&#8217;I, dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan Al-Hakim). Jadi dalam hal ini bahwa wanita yang sedang istihadlah, hendaklah ia melihat darah, sehingga dengan itu ia dapat membedakan antara darah haid dan lainnya.</li>
<li>
<p align="justify">Jika wanita itu tidak memiliki kebiasaan tertentu dan tidak ada ciri yang membedakan antara darah haid dan darah lainnya, maka hendaklah ia berdiam diri pada masa-masa umumnya haid, yaitu selama enam atau tujuh hari pada setiap bulannya, karena masa ini adalah kebiasaan haid bagi rata-rata kaum wanita. Berdasarkan sabda Rasululloh <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> kepada Hammah binti Jahsyi, yang artinya: <em>&#8220;Sesungguhnya itu hanya goyangan dari syetan, hendaklah seorang wanita menjalani haidnya selama enam atau tujuh hari, lalu mandilah. Dan apabila telah suci, sholatlah 24 atau 23 hari. Sholat dan berpuasalah, karena hal itulah telah cukup atasmu. Dan begitu juga berbuatlah sebagaimana yang diperbuat oleh wanita haid.&#8221;</em> (HR: Lima Periwayat Hadits, dan dishahihkan oleh Imam Tirmidzi).</p>
</li>
</ol>
<p align="justify" dir="ltr">Alhasil dari keterangan di awal adalah bahwa kebiasaan tertentu bagi wanita adalah kembali pada kebiasaan haidnya dan perbedaan tertentu bagi wanita kembali kepada perbuatan yang berbeda pula. Maka wanita yang terbebas dua kondisi di atas berarti dia harus menjalani haid selama enam atau tujuh hari. Dengan demikian ketiga hadits dari Rasululloh <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam </em>tentang Mustahadlah di awal dapat dipahami (dikumpulkan).</p>
<p>Syaikhul Islam ibnu Taimiyyah berkata, &#8220;Tanda &#8211; tanda haid dikatakan ada 6 yaitu:</p>
<ul>
<li>
<p align="justify">Kebiasaan, karena kebiasaan merupakan tanda yang paling kuat dan karena asal kedudukan darah haid itu tanpa darah yang lain.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Perbedaan antara darah hitam dan kental serta berbau lebih nyata menunjukkan haid daripada darah yang berwarna merah.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Melihat mayoritas kebiasaan wanita, karena asal suatu keputusan bagi seseorang berdasarkan keumuman yang mayoritas.</p>
</li>
</ul>
<p align="justify" dir="ltr">Ketiga tanda ini telah ditunjukkan dalam hadits dan kenyataan. Kemudian beliau menyebutkan tanda-tanda yang lain dan berkata pada akhirnya, &#8220;Pendapat yang paling kuat adalah dengan mengambil pendapat yang telah ditunjukkan oleh sunnah dan menolak selain itu.&#8221;</p>
<p>Hal-Hal yang Harus Dilakukan oleh Wanita yang sedang Istihadlah dalam Kondisi Ia Berstatus Suci:</p>
<ul>
<li>
<p align="justify">Ia wajib mandi setelah darahnya yang dianggap darah haid itu habis sebagaimana telah dijelaskan di awal (pada pembahasan haid).</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Membasuh farji (vagina)-nya untuk membersihkan darah yang keluar setiap kali akan mendirikan sholat. Dan hendaklah ia menyelipkan kapas atau lainnya pada vaginanya untuk menahan darah yang akan keluar sehingga serta membalutnya kapas tersebut agar tidak jatuh, kemudian berwudlu&#8217; setiap kali masuk waktu sholat, karena adanya sabda Rasululloh <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> tentang wanita yang istihadlah ini, yang artinya: <em>&#8220;Hendaklah ia meninggalkan sholat pada hari-hari haidnya, kemudian setelah itu hendaklah ia mandi, dan berwudlu&#8217; setiap kali hendak sholat.&#8221;</em> (HR: Abu Dawud, Ibnu Majah dan Tirmidzi, ia berkata hadits ini hasan).</p>
</li>
</ul>
<p align="justify">(Sumber Rujukan: Kitab Tanbiihat &#8216;ala Ahkamin Takhtashshu bil Mu&#8217;minat, karya Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hananismail.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hananismail.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hananismail.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hananismail.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hananismail.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hananismail.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hananismail.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hananismail.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hananismail.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hananismail.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hananismail.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hananismail.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hananismail.wordpress.com&blog=732240&post=40&subd=hananismail&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hananismail.wordpress.com/2007/02/25/hukum-hukum-yang-berkenaan-dengan-istihadlah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/13e69b5b13101f7149e4cc16f0fec342?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Hanan Bin Ismail</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akhirnya Kebaikan Yang Kujadikan Teman</title>
		<link>http://hananismail.wordpress.com/2007/02/25/akhirnya-kebaikan-yang-kujadikan-teman/</link>
		<comments>http://hananismail.wordpress.com/2007/02/25/akhirnya-kebaikan-yang-kujadikan-teman/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Feb 2007 11:59:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hananismail</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<category><![CDATA[Alam Akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan]]></category>
		<category><![CDATA[Doa, Zikir, Wirid]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic]]></category>
		<category><![CDATA[Kearifan]]></category>
		<category><![CDATA[Melayu Boleh]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Muhasabah]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Nafsiyyah Fikriyyah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Petua]]></category>
		<category><![CDATA[Petua & Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[Tafakur]]></category>
		<category><![CDATA[Tafakur (Muhasabah)]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkirah]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Situs]]></category>
		<category><![CDATA[Ummat]]></category>
		<category><![CDATA[Wajib Tahu]]></category>
		<category><![CDATA[Wirid]]></category>
		<category><![CDATA[al-qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[arsip]]></category>
		<category><![CDATA[hadis]]></category>
		<category><![CDATA[islam_progresif]]></category>
		<category><![CDATA[suara hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hananismail.wordpress.com/2007/02/25/akhirnya-kebaikan-yang-kujadikan-teman/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info &#8211; Hatim Al-Asham  mengungkapkan: “Aku lihat setiap orang itu memiliki teman tempat membuka rahasia dan berbagi rasa. Aku bertanya pada diriku sendiri: “ Siapa temanku ? “. Setiap teman dan saudara sudah kulihat sebelum mati. Aku ingin mencari teman yang akan kubawa sesudah mati. Maka aku mengambil kebajikan sebagai teman untuk menemaniku hingga hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hananismail.wordpress.com&blog=732240&post=39&subd=hananismail&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify"><a href="http://www.mediamuslim.info/" target="_blank">MediaMuslim.Info</a> &#8211; Hatim Al-Asham  mengungkapkan: “Aku lihat setiap orang itu memiliki teman tempat membuka rahasia dan berbagi rasa. Aku bertanya pada diriku sendiri: “ Siapa temanku ? “. Setiap teman dan saudara sudah kulihat sebelum mati. Aku ingin mencari teman yang akan kubawa sesudah mati. Maka aku mengambil kebajikan sebagai teman untuk menemaniku hingga hari kiamat nanti, turut bersamaku meniti titian Ash-Shirath, lalu menegakkan tubuhku dihadapan Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>.<span id="more-39"></span></p>
<p align="justify">Alangkah bagusnya teman yang dipilih oleh Hatim, Beliau memandang bahwa semua teman didunia ini adalah teman semasa hidup, semasa kaya dan semasa memilki kemudahan. Setelah itu, mereka tidak bisa menjadi teman lagi dan tidak diperlukan lagi. Sebagian orang boleh mencari teman sebanyak-banyaknya dengan anggapan akan berguna bagi mereka dan akan menolong mereka. Tetapi semua itu akan terhenti dengan habisnya masa hidup. Setelah itu manusia akan kembali hidup sendiri, mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuat, dihisab terhadap dosa yang telah ia lakukan. Bahkan teman-teman yang dulunya akrab, masing-masing menjadi musuh yang lainnya di hari kiamat. Mereka saling mencaci dan saling melemparkan tuduhan kepada yang lain. Terkecuali orang-orang yang bertakwa dan berhati bersih, sebagaimana yang difirman oleh Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, yang artinya: <em>“ Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa “</em> (QS: Az Zukhruf: 67 ).</p>
<p>Karena itulah Hatim memilih teman yang abadi, yang tidak akan pernah berlari meninggalkannya dan tidak pernah binasa, serta tidak pernah berbalik haluan menjadi musuhnya, yang ternyata adalah amal kebajikan. Itulah teman yang selalu memberikan manfaat kepada kita sesudah mati. Yang akan mengiringi kita diwaktu hisab, bahkan bisa menolong kita kala meniti Ash Shirath, untuk kemudian memberi ketetapan hati kita untuk menjawab pertanyan dihadapan Yang Maha Bijaksana.</p>
<p>Kalau kita yang pecundang ini mau juga berteman dengan kebajikan, pasti akan mendapatkan kebajikan itu sebagai teman yang berguna di dunia dan di akhirat. Teman yang menyucikan hati dari segala noda, menjauhkan dirinya dari segala keburukan dan kesedihan, bahwa memelihara dirinya dari godaan syetan. Ia akan merasa senang dan suka bisa melakukan kebajikan dan bisa menyebarkan rahmat Ilahi, mengulurkan tangannya untuk menolong orang-orang yang kesusahan. Kebajikan juga menjadi teman yang berguna bagi pelakunya saat meninggalkan dunia ini. Namanya akan selalu diingat oleh orang, akan terus abadi selamanya.</p>
<p>Seseorang akan memilki cerita setelah kematiannya, maka jadilah kisah yang baik bagi siapa saja yang mau merenungkannya. Sudahkan kita memilih siapa yang akan menjadi teman kita..?</p>
<p>(Sumber Rujukan: Haakadzaa…Tahaddatsas Salaf)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hananismail.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hananismail.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hananismail.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hananismail.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hananismail.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hananismail.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hananismail.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hananismail.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hananismail.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hananismail.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hananismail.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hananismail.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hananismail.wordpress.com&blog=732240&post=39&subd=hananismail&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hananismail.wordpress.com/2007/02/25/akhirnya-kebaikan-yang-kujadikan-teman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/13e69b5b13101f7149e4cc16f0fec342?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Hanan Bin Ismail</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ummu Hani&#8217; bintu Abi Thalib Al-Hasyimiyyah Radhiallohu &#8216;anha</title>
		<link>http://hananismail.wordpress.com/2007/02/25/ummu-hani-bintu-abi-thalib-al-hasyimiyyah-radhiallohu-anha/</link>
		<comments>http://hananismail.wordpress.com/2007/02/25/ummu-hani-bintu-abi-thalib-al-hasyimiyyah-radhiallohu-anha/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Feb 2007 11:57:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hananismail</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<category><![CDATA[Alam Akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan]]></category>
		<category><![CDATA[Doa, Zikir, Wirid]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic]]></category>
		<category><![CDATA[Kearifan]]></category>
		<category><![CDATA[Melayu Boleh]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Muhasabah]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Nafsiyyah Fikriyyah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Petua]]></category>
		<category><![CDATA[Petua & Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[Tafakur]]></category>
		<category><![CDATA[Tafakur (Muhasabah)]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkirah]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Situs]]></category>
		<category><![CDATA[Ummat]]></category>
		<category><![CDATA[Wajib Tahu]]></category>
		<category><![CDATA[Wirid]]></category>
		<category><![CDATA[al-qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[arsip]]></category>
		<category><![CDATA[hadis]]></category>
		<category><![CDATA[islam_progresif]]></category>
		<category><![CDATA[suara hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hananismail.wordpress.com/2007/02/25/ummu-hani-bintu-abi-thalib-al-hasyimiyyah-radhiallohu-anha/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info &#8211; Dia bernama Fakhitah, seorang wanita dari kalangan bangsawan Quraisy. Putri paman Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wa sallam, Abu Thalib Abdu Manaf bin Abdil Muththalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushay. Ibunya bernama Fathimah bintu Asad bin Hasyim bin Abdi Manaf. Dia saudari sekandung ‘Ali, ‘Aqil dan Ja’far, putra-putra Abu Thalib.
Dia begitu mengerti tentang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hananismail.wordpress.com&blog=732240&post=38&subd=hananismail&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify"><a href="http://www.mediamuslim.info/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=452&amp;Itemid=24">MediaMuslim.Info</a> &#8211; Dia bernama Fakhitah, seorang wanita dari kalangan bangsawan Quraisy. Putri paman Rasululloh <em>Shallallohu ‘alaihi wa sallam</em>, Abu Thalib Abdu Manaf bin Abdil Muththalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushay. Ibunya bernama Fathimah bintu Asad bin Hasyim bin Abdi Manaf. Dia saudari sekandung ‘Ali, ‘Aqil dan Ja’far, putra-putra Abu Thalib.<span id="more-38"></span></p>
<p align="justify">Dia begitu mengerti tentang agungnya hak seorang suami. Dia pun mengerti tentang hak anak-anak yang ditinggalkan suaminya dalam asuhannya. Dia tak ingin menyia-nyiakan satu pun dari keduanya, hingga dia dapatkan pujian yang begitu mulia, “Sebaik-baik wanita penunggang unta adalah wanita Quraisy, sangat penyayang terhadap anak-anaknya.”</p>
<p>Semasa jahiliyah, Rasululloh <em>Shallallohu ‘alaihi wa sallam</em> pernah meminangnya. Pada saat bersamaan, seorang pemuda bernama Hubairah bin Abi Wahb Al-Makhzumi pun meminangnya pula. Abu Thalib menjatuhkan pilihannya pada Hubairah hingga akhirnya Abu Thalib menikahkan Hubairah dengan putrinya. Dari pernikahan ini, lahirlah putra-putra Hubairah, di antaranya Ja’dah bin Hubairah yang kelak di kemudian hari diangkat ‘Ali bin Abi Thalib <em>radhiallohu ‘anhu</em> ketika menjabat sebagai khalifah- sebagai gubernur di negeri Khurasan. Putra-putra yang lainnya adalah `Amr, yang dulunya Ummu Hani` berkunyah dengannya, namun putranya ini meninggal ketika masih kecil, serta Hani` dan Yusuf.</p>
<p>Namun pada akhirnya, Islam memisahkan mereka berdua. Ketika Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>membukakan negeri Makkah bagi Rasul-Nya <em>Shallallohu ‘alaihi wa sallam</em> dan manusia berbondong-bondong masuk Islam, Ummu Hani` <em>radhiAllohu ‘anha</em> pun berislam bersama yang lainnya. Mendengar berita keislaman Ummu Hani`, Hubairah pun melarikan diri ke Najran.</p>
<p>Pada hari pembukaan negeri Makkah itu, ada dua kerabat suami Ummu Hani` dari Bani Makhzum, Al-Harits bin Hisyam dan Zuhair bin Abi Umayyah bin Al-Mughirah, datang kepada Ummu Hani` untuk meminta perlindungan. Waktu itu datang pula ‘Ali bin Abi Thalib <em>radhiallohu ‘anhu</em> menemui Ummu Hani` sambil mengatakan, “Demi Alloh, aku akan membunuh dua orang tadi!” Ummu Hani` pun menutup pintu rumahnya dan bergegas menemui Rasululloh <em>Shallallohu ‘alaihi wa sallam</em>.</p>
<p>Saat itu Rasululloh <em>ShallAllohu ‘alaihi wa sallam</em> tengah mandi, ditutup oleh putri beliau, Fathimah <em>radhiallohu ‘anha</em> dengan kain. Ummu Hani` pun mengucapkan salam, hingga Rasululloh <em>Shallallohu ‘alaihi wa sallam</em> bertanya, “Siapa itu?” “Saya Ummu Hani`, putri Abu Thalib,” jawab Ummu Hani`. Rasululloh <em>Shallallohu ‘alaihi wa sallam</em> pun menyambutnya, “Marhaban, wahai Ummu Hani`!”</p>
<p>Lalu Ummu Hani` mengadu kepada Rasululloh <em>Shallallohu ‘alaihi wa sallam</em> tentang kedatangan dua kerabat suaminya untuk meminta perlindungan kepadanya sementara ‘Ali berkeinginan membunuh mereka. Maka beliau pun menjawab, “Aku melindungi orang yang ada dalam perlindunganmu dan memberi jaminan keamanan pada orang yang ada dalam jaminan keamananmu.” Usai mandi, Rasululloh <em>Shallallohu ‘alaihi wa sallam</em> menunaikan shalat delapan rakaat. Waktu itu adalah waktu dhuha.</p>
<p>Setelah Ummu Hani` berpisah dari suaminya karena keimanan, Rasululloh <em>Shallallohu ‘alaihi wa sallam </em>datang untuk meminang Ummu Hani`. Namun dengan halus Ummu Hani` menolak, “Sesungguhnya aku ini seorang ibu dari anak-anak yang membutuhkan perhatian yang menyita banyak waktu. Sementara aku mengetahui betapa besar hak suami. Aku khawatir tidak akan mampu untuk menunaikan hak-hak suami.” Maka Rasululloh <em>Shallallohu ‘alaihi wa sallam</em> mengurungkan niatnya. Beliau mengatakan, “Sebaik-baik wanita penunggang unta adalah wanita Quraisy, sangat penyayang terhadap anak-anaknya.”</p>
<p>Ummu Hani` <em>radhiAllohu ‘anha</em> meriwayatkan hadits-hadits dari Rasululloh <em>Shallallohu ‘alaihi wa sallam</em> yang hingga saat ini termaktub dalam Al-Kutubus Sittah. Dia pun menyebarkan ilmu yang telah dia dulang hingga saat akhir kehidupannya, jauh setelah masa khilafah saudaranya, ‘Ali bin Abi Thalib <em>radhiAllohu ‘anhu</em>, pada tahun ke-50 H. Ummu Hani` Al-Hasyimiyyah, semoga Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> meridhainya…. Wallohu ta’ala a’lamu bish-shawab.</p>
<p>(Sumber Rujukan: Al-Bidayah wan Nihayah, Al-Imam Ibnu Katsir (4/292-293); Al-Ishabah, Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-’Asqalani (7/317); Al-Isti’ab, Al-Imam Ibnu Abdil Barr (4/1963-1964); Ath-Thabaqatul Kubra, Al-Imam Ibnu Sa’d (8/47); Siyar A’lamin Nubala`, Al-Imam Adz-Dzahabi (2/311-314); Tahdzibul Kamal, Al-Mizzi (35/389-390))</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hananismail.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hananismail.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hananismail.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hananismail.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hananismail.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hananismail.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hananismail.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hananismail.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hananismail.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hananismail.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hananismail.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hananismail.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hananismail.wordpress.com&blog=732240&post=38&subd=hananismail&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hananismail.wordpress.com/2007/02/25/ummu-hani-bintu-abi-thalib-al-hasyimiyyah-radhiallohu-anha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/13e69b5b13101f7149e4cc16f0fec342?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Hanan Bin Ismail</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sikap Islam Terhadap Rokok</title>
		<link>http://hananismail.wordpress.com/2007/02/25/sikap-islam-terhadap-rokok/</link>
		<comments>http://hananismail.wordpress.com/2007/02/25/sikap-islam-terhadap-rokok/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Feb 2007 11:53:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hananismail</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<category><![CDATA[Alam Akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan]]></category>
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Doa, Zikir, Wirid]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Humanism]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic]]></category>
		<category><![CDATA[Kearifan]]></category>
		<category><![CDATA[Melayu Boleh]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Muhasabah]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Nafsiyyah Fikriyyah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Petua]]></category>
		<category><![CDATA[Petua & Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[Tafakur]]></category>
		<category><![CDATA[Tafakur (Muhasabah)]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkirah]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Situs]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Teman]]></category>
		<category><![CDATA[Ummat]]></category>
		<category><![CDATA[Wajib Tahu]]></category>
		<category><![CDATA[Wirid]]></category>
		<category><![CDATA[al-qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[arsip]]></category>
		<category><![CDATA[hadis]]></category>
		<category><![CDATA[islam_progresif]]></category>
		<category><![CDATA[suara hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hananismail.wordpress.com/2007/02/25/sikap-islam-terhadap-rokok/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info &#8211; Rasululloh Shalallahu ‘alaihi wassalam membersihkan manusia dari kesyirikan dan kehinaan kepada selain Alloh dan memerintahkannya untuk beribadah hanya kepada Alloh semata dengan merendahkan diri dan mencintai-Nya dan meminta serta memohon kepada-Nya dengan penuh harap dan takut. Dia juga mensucikan manusia dari setiap kebusukan maksiat dan perbuatan dosa, maka dia melarang manusia atas setiap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hananismail.wordpress.com&blog=732240&post=37&subd=hananismail&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify"><a href="http://www.mediamuslim.info/">MediaMuslim.Info</a> &#8211; Rasululloh <em>Shalallahu ‘alaihi wassalam</em> membersihkan manusia dari kesyirikan dan kehinaan kepada selain Alloh dan memerintahkannya untuk beribadah hanya kepada Alloh semata dengan merendahkan diri dan mencintai-Nya dan meminta serta memohon kepada-Nya dengan penuh harap dan takut. Dia juga mensucikan manusia dari setiap kebusukan maksiat dan perbuatan dosa, maka dia melarang manusia atas setiap perbuatan keji dan buruk yang dapat merusak hati seorang hamba dan mematikan cahayanya dan agar menghiasinya dengan akhlak mulia dan budi perkerti luhur serta pergaulan yang baik untuk membentuk pribadi muslim yang sempurna. Maka dari itu dia menghalalkan setiap sesuatu yang baik dan mengharamkan setiap yang keji, baik makanan, minuman, pakaian, pernikahan dan lainnya. Termasuk yang diharamkan karena dapat menghilangkan kesucian adalah merokok.<span id="more-37"></span></p>
<p align="justify">Merokok diharamkan karena berbahaya bagi fisik dan mendatangkan bau yang tidak sedap, sedangkan Islam adalah (agama) yang baik, tidak memerintahkan kecuali yang baik. Seyogyanya bagi seorang muslim untuk menjadi orang yang baik, karena sesuatu yang baik hanya layak untuk orang yang baik, dan Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>adalah Maha Baik tidak menerima kecuali yang baik.</p>
<p><strong>Merokok hukumnya haram, begitu juga memperdagangkannya.<br />
</strong>Karena didalamnya terdapat sesuatu yang membahayakan, telah diriwayatkan dalam sebuah hadits, yang artinya: <em>“Tidak (boleh melakukan/menggunakan sesuatu yang) berbahaya atau membahayakan”</em> (HR: Ahmad dalam Musnadnya, Malik dan Atturmuzi)</p>
<p>Demikian juga (rokok diharamkan) karena termasuk sesuatu yang buruk (khabaits), sedangkan Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>(ketika menerangkan sifat nabi-Nya <em>Shalallahu ‘alaihi was salam</em>) berfirman, yang artinya: <em>“…dia menghalalkan bagi mereka yang baik dan mengharamkan yang buruk“ </em>(QS: Al A’raf: 157)</p>
<p>Firman Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, yang artinya: <em>“Jangan kalian bunuh diri kalian sendiri, sesungguhnya Alloh maha penyayang terhadap diri kalian “</em> (QS: An-Nisa: 29) dan <em>“Jangan kalian lemparkan diri kalian dalam kehancuran” </em>(QS: Al-Baqarah: 195)</p>
<p>Dunia kedokteran telah membuktikan bahwa mengkonsumsi barang ini dapat membahayakan, jika membahayakan maka hukumnya haram. Dalil lainnya adalah firman Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, yang artinya: <em>“Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Alloh sebagai pokok kehidupan..”</em> (QS: An Nisa:5)</p>
<p>Kita dilarang menyerahkan harta kita kepada mereka yang tidak sempurna akalnya karena pemborosan yang mereka lakukan. Tidak diragukan lagi bahwa mengeluarkan harta untuk membeli rokok atau syisyah merupakan pemborosan dan merusak bagi dirinya, maka berdasarkan ayat ini hal tersebut dilarang.</p>
<p>Sunnah Rasululloh <em>Shalallahu ‘alaihi was salam</em> juga menunjukkan pelarangan terhadap pengeluaran harta yang sia-sia, dan mengeluarkan harta untuk hal ini (rokok dan syisyah) termasuk menyia-nyiakan harta.</p>
<p>Jika seseorang hendak mengeluarkan hartanya untuk pergi haji atau menginfakkannya pada jalan kebaikan, maka dia harus berusaha membersihkan hartanya untuk dia keluarkan untuk beribadah haji atau diinfakkan kepada jalan kebaikan, berdasarkan umumnya firman Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, yang artinya: <em>“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (dijalan Alloh) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata darinya“</em> (QS: Al Baqarah: 267)</p>
<p>Rasululloh <em>Shalallahu ‘alaihi wassalam</em> bersabda, yang artinya: <em>“Sesungguhnya Alloh Maha Baik, tidak akan menerima kecuali yang baik “</em>(Al Hadits)</p>
<p>(Sumber Rujukan: عفواً ممنوع التدخين Maaf, dilarang MEROKOK oleh Thalal bin Sa’ad Al ‘Utaibi [yang mengkutip Fatwa-Fatwa ulama mengenai Pelarangan Merokok dan Memperdagangkannya], dengan  perubahan yang diperlukan)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hananismail.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hananismail.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hananismail.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hananismail.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hananismail.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hananismail.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hananismail.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hananismail.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hananismail.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hananismail.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hananismail.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hananismail.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hananismail.wordpress.com&blog=732240&post=37&subd=hananismail&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hananismail.wordpress.com/2007/02/25/sikap-islam-terhadap-rokok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/13e69b5b13101f7149e4cc16f0fec342?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Hanan Bin Ismail</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>