Hanya Membaca surat Al-Ikhlas

MediaMuslim.InfoSebagian kaum muslimin beranggapan bahwa cukuplah bagi mereka membaca Surat Al-Ikhlash saja sebanyak tiga kali, dengan alasan bahwa jika membaca Surat Al-Ikhlash (Qul huwallahu Ahad) tiga kali pahalanya sebanding dengan pahala membaca seluruh Al-Qur’an, maka apakah dosa jika seorang muslim meninggalkan membaca Al-Qur’an karena merasa cukup dengan membaca surat Al-Ikhlash tiga kali ?

Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, yang artinya: “Agama itu nasehat. Maka Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya: untuk siapa wahai Rasululloh ? Maka Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: untuk Alloh, untuk kitab-Nya, Rasul-Nya, pemimpin kaum muslimin dan seluruh kaum muslimin”. (HR. Ahmad, Muslim, Abu Daud dan Nasa’I)

Maksud nasehat untuk kitab Alloh adalah membacanya, memahami ayat-ayatnya, dan mengambil pelajaran dari nasehat-nasehat yang dikandungnya, melaksanakan perintah-perintahnya, dan menjauhi larangan-larangannya, dan tidak diragukan bahwa hanya membaca surat Al-Ikhlash tanpa membaca yang lainnya adalah tidak sesuai dengan nasehat untuk kitab Alloh, Dan orang yang hanya membaca surat Al-Ikhlash tidaklah akan mencapai apa yang dicapai dengan membaca seluruh Al-Qur’an yang berupa pahala, tambahnya iman, mengetahui hukum halal dan haram, hal yang wajib, sunnah dan makruh, beradab dan berakhlak dengan akhlak yang dikandung oleh Al-Qur’an, dan cukuplah dengan tidak terpenuhinya hal-hal di atas menjadi pencegah bagi seorang hamba dari dari meninggalkan membaca Al-Qur’an, dan Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam walaupun dia mengetahui keutamaan surat Al-Ikhlash dan pemberitahuannya (kepada umatnya) bahwa surat tersebut sama dengan sepertiga Al-Qur’an, serta keinginannya mendapatkan pahala yang besar, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam tidak hanya membaca surat tersebut, bahkan dia selalu membaca seluruh kitab Alloh dan Alloh Ta a’la telah berfirman, yang artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Alloh” (QS. 33:21)

(Sumber Rujukan: Fatwa Lajnah Daimah, Jld IV ( At-Tafsir ), hal. 29-30)

Tiada komen lagi

Tinggalkan maklum-balas

Anda mesti log masuk terlebih dahulu untuk mengirim komen.

  • Kiriman Terbaru

  • Komen terbaru

    dindingweb pada Ilmu Laduni, Antara Hakikat da…
    dindingweb pada Ilmu Laduni, Antara Hakikat da…
    upaya meraih haji ma… pada Perintah Ittiba dan Larangan…
    riskaariana pada Dasyatnya….. Cinta!…
    riskaariana pada Mewaspadai Lisan Tak Bert…
  • Arkib

  • Spam Blocked

  • Blog Stats