Penting !!! Aqidah Islamiyah [Utama dan Pertama]

MediaMuslim.InfoAdalah suatu kewajiban bagi kita seorang muslim untuk mengerti tentang Aqidah kita, yaitu aqidah islamiyyah. Kita lihat sebagin dari saudara kita banyak sekali mereka membicarakan tentang dakwah islamiyyah. Akan tetapi ketika di Tanya apakah yang dimaksud dengan aqidah, maka dia diam dan bingung seribu bahasa. Dia mengetahui banyak hal tentang agama, akan tetapi tidak mengetahui apa yang menjadi landasan di dalam agama ini yang harus diketahui oleh setiap muslim.

Aqidah secara lughah atau bahasa berarti ikatan yang kuat. Aqidah secara istilah ialah iman yang mantap yang tidak terkotori oleh keraguan di dalamya. Adapun aqidah islamiyah maka maksudnya ialah keimanan yang mantap kepada Allah Subhanahu wa ta’ala-yang didalamnya terkandung kewajiban mentauhidkan Allah dan ta’at kepada-Nya-, iman kepada malaikat-malaikat-Nya, iman kepada kitab-kitab-Nya, iman kepada Rasul-rasul-Nya, iman kepada hari akhir, iman kepada qadar yang baik dan yang buruk, juga termasuk kepada keimanan tentang perkara-perkara yang ghaib.(Mujmal ushul fil Aqidah, Nashir ibnu Abdul karim al-’Aql)

Inilah aqidah islamiyyah yang lebih di kenal dengan rukun yang enam. Dalil yang menunjukkan tentang 6 perkara ini dari Al-qur’an dan As-Sunnah sangat banyak sekali. Diantara dalil yang berasal dari Al-Qur’an ialah

Rasul telah beriman terhadap Al-Qur’an yang diturunkan dari Rabb-nya kepadanya. Dan juga orang-orang yang beriman. Seluruhnya beriman kepada Allah dan kepada malaikat-malaikat-Nya, kepada kitab-kitab-Nya dan kepada Rasul-Rasulnya, tidak membedakan antara yang satu dengan lainnya. (Al-Baqarah:285)

dan diantara dalil yang berasal dari As-Sunnah ialah dari hadist tentang Jibril ‘Alaihissalam yang bertanya tentang iman, maka Rasulullah shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawabEngkau beriman kepada Allah, kepada Malaikat-Nya, kepada Kitab-kitab-Nya, Kepada Rasul-Rasul-Nya, kepada hari akhir, dan beriman kepada Qadar yang baik dan yang buruk. (HR. Muslim dari jalan Umar Radhiyallahu ‘Anhu)

Iman Kepada Allah
  • Termasuk keimanan kepada Allah Ta’ala, kita beriman kepada Rububiyah Allah. Yaitu mengesakan Allah dalam segala perbuatan-Nya. Artinya bahwa Allah adalah Rabb yang menciptakan, yang menguasai dan yang mengatur segala yang ada di alam semesta ini sendiri. Tanpa ada yang membantu.  Dalilnya ialah firman Allah Ta’ala  Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan yang mengadakan gelap dan terang, akan tetapi orang-orang kafir tetap mempersekutukan Rabb-Nya (Al-An’am: 1).

    Katakanlah, Siapakah Rabb dari langit dan bumi, mereka akan mengatakan Allah. (Luqman: 11).

  • Kita mengimani uluhiyah Allah Ta’ala, yaitu mengesakan peribadatan hamba kepada Allah Ta’ala baik yang dhahir maupun yang bathin. Artinya hanya Allah sajalah ilaah (sembahan) Yang Haq, sedangkan sesembahan yang lainnya ialah sesembaan yang bathil. Dalam tauhid inilah yang menjadi sebab diturunkannya kitab-kitab dan diutusnya Rasul-Rasul. Agar menerangkan kepada kaumnya untuk hanya menyembah kepada Allah saja. Dan karena tauhid ini jugalah para rasul mendapatkan perlawanan dari umatnya. Dalilnya ialah firman Allah Ta’ala:  Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.(Al-Fatihah:5)

    Katakanlah, sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Rabb semesta alam, Tidak ada syarikat baginya dan dengan yang demikian itulah aku diperintahkan.

  • Kita mengimani Asma’(nama) dan Sifat-Nya, yaitu beriman dengan apa-apa yang Allah sifatkan bagi-Nya dalam kitab-Nya dan yang Rasul sifat kan bagi Allah. Artinya bahwa Allah memiliki Nama-nama yang Maha indah serta Sifat-sifat yang Maha sempurna dan Maha luhur, yang harus kita ikrarkan seperti apa yang telah ditetapkan dengan tanpa mentahrif dan tanpa menta’wil. Juga dengan tanpa menanyakan bagaimana (takyif) serta tidak memisalkannya dengan makhluk (tamtsil).

    Dalilnya ialah firman Allah Ta’ala :
    Tidak ada yang semisal dengan-Nya, dan Dia maha mendengar lagi maha melihat (Asy-Syuara : 11).

    Dan kita mengimani keesaan Allah dalam hal itu semua, artinya bahwa Allah tiada sesuatupun yang menjadi sekutu bagi-Nya dalam rububiyah, uluhiyah maupun Asma’ dan Sifat-Nya.

    Firman Allah Ta’ala : Rabb seluruh langit dan bumi serta semua yang ada di antara keduanya. Maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya. Adakah kamu mengetahui ada sesuatu yang sama dengan-Nya (yang patut disembah). (Maryam : 65).

  • Kita mengimani bahwa Allah tiada sesembahan (yang haq) selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Menegakkan (segala urusan makhluk-Nya). Tidak pernah mengantuk dan tidak pernah pula tidur. Hanya milik-Nya apa yang ada dilangit dan apa yang ada di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat disisi Allah tanpa izin-Nya. Dia yang mengetahui apa yang ada dihadapan mereka dan dibelakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui sesuatupun ilmu dari-Nya kecuali dengan kehendak-Nya. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidaklah merasa berat memelihara keduanya, dan Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.(Surah Al-Baqarah:225).

    Dialah Allah yang tiada sesembahan (yang haq) selain Dia. Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Dialah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dialah Allah, yang tiada sembahan yang haq selain Dia. Raja yang Maha Suci yang Maha Sejahtera yang mengaruniakan keamanan yang Maha Memelihara. Yang Maha Perkasa yang Maha Kuasa yang emiliki segala Keagungan. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan . Dialah Allah yang menciptakan yang mengadakan yang membentuk rupa yang mempunyai nama-nama yang maha indah. Bertasbih kepada-Nya semua yang ada dilangit dan ada dibumi. Dan Dia lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(Al-Hasyr: 22-24)

  • Kita juga mengimani bahwa Allah: ..Tiada sesuatupun yang serupa dengan-Nya dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Hanya milik-Nya perbendaharaan langit dan bumi, Dia melapangkan rizki kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkannya. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.(Asy-Syura:11-12).

    Tiada sesuatupun binatang melata yang ada di bumi ini melainkan hanya Allah yang menjamin rizkinya. Dan Dia mengetahui tampat berdiamnya dan tempat penyimpanannya. Semua itu tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).(Hud:6).

  • Kita mengimani bahwa Allah berfirman apa yang dikehendaki-Nya kapan saja Dia menghendaki, dan dengan cara yang Dia kehendaki:  dan Allah telah berfirman langsung kepada Musa dengan sebenar-benarnya.(Surah An-Nisa:164).

    Dan tatkala Musa datang untuk memenuhi waktu yang telah kami janjikan kepadanya dan Tuhannya berfirman langsung kepadanya..(Al-A’raf:143).

    Dan Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan gunung Thur dan Kami dekatkan dia untuk bermunajat (ketika Kami berfirman langsung kepadanya).(Maryam:52).

  • Dan kita mengimani bahwa: Seandainya seluruh laut menjadi tinta untuk menulis firman Rabbku, niscaya habislah laut itu sebelum habis firman Rabbku(Al-Kahfi:109).

    Seandainya segala pohon yang ada di bumi menjadi pena dan laut menjadi tinta, ditambah kepadanya tujuh laut lagi sesudahnya, niscaya tidak akan habis firman Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana(Luqman:27).

  • Kita mengimani bahwa Al-Qur’an Al-Karim adalah kalamullah, difirmankan Allah dengan haq kepada Jibril, lalu dibawa turun Jibril dan disampaikan ke dalam hati Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

    Katakanlah(Muhammad) Al-Qur’an itu dibawa turun oleh Ruh-l-Qudus (Jibril) dari Rabbmu dengan benar..(An-Nahl:102).

    Sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam, dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.(Surah Asy-Syu’ara:192-195).

  • Kita mengimani bahwa Allah Subhanahu Wa Ta?ala berada di atas ‘Arsy, seperti disebutkan dalam firman-Nya:  Sesungguhnya Rabbmu ialah Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi dlam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy, mengatur segala urusan..(Yunus:3).

    Istiwa’ Allah di atas ‘Arsy, ialah bersemayamnya Dia di atas ‘Arsy sesuai dengan kemulian dan keagungan-Nya, tiada yang dapat mengetahui hakekat Istiwa’ Allah tersebut kecuali Dia sendiri.

    Kita mengimani bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala meskipun di atas ‘Arsy-Nya, Dia senantiasa bersama makhluk-Nya; mengetahui segala ihwal mereka, mendengar segala perkataan mereka, melihat segala perbuatan mereka, mengatur segala urusan mereka, memberi rizki kepada siapa yang memerlukan, mencukupi yang kekurangan, memberi kekuasaan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, mencabut segala kekuasaan dari siapa saja yang dikehendaki-Nya, memuliakan siapa yang dikehendaki-Nya dan menghinakan siapa yang dikehendaki-Nya. Hanya ditangan-Nya segala kebaikan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kalau Allah demikian itu halnya, maka benar-benar Dia bersama makhluk-Nya sekalipun Dia berada di atas mereka di atas ‘Arsy dengan sesungguhnya.  Tiada sesuatupun yang serupa dengan-Nya dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Asy-Syura:11).

    Kita tidak sependapat dengan Hululiyah (aliran yang berpandangan Allah itu ada di segala tempat), seperti Jahmiyah (mengingkari sifat-sifat Allah) dan lainnya, yang berpendapat bahwa Allah berada di bumi ini bersama makhluk-Nya. Dan kita berpandangan bahwa orang yang berpendapat demikian adalah kafir, atau sesat, karena dia telah memberikan kepada Allah sifat yang tak layak dengan keagungan-Nya.

    Kitapun mengimani berita tentang Allah yang telah disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwa:  Allah Tabaraka wa ta’ala pada setiap malam turun ke langit terendah, ketika tinggal sepertiga malam yang terakhir, seraya berfirman:  Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan doanya, barangsiapa yang memohon kepada-Ku akan Aku beri permohonannya, dan barangsiapa yang meminta ampunan kepada-Ku maka akan Aku ampuni dosanya(HR.Bukhari, Muslim).

  • Kita mengimani bahwa Allah, Subhanahu wa Ta’ala, akan datang pada hari kiamat untuk memberikan keputusan kepada para hambanya, sebagaimana firman Allah Ta’ala :
    Janganlah demikian Apabila bumi digoncangkan berturut-turut dan datanglah Rabbmu sedangkan para malaikat berbaris-baris. Dan pada hari itu di datangkan neraka jahannam, pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi peringatan itu baginya.(Al-Fajr:21-23)

  • Kita mengimani bahwa Allah Suhanahu Wa Ta’ala:  Maha berbuat apa yang dikehendaki-Nya (Al-Buruj: 16).

  • Kita mengimani bahwa iradah (kehendak) Allah itu ada 2 macam:

  1. Iradah Kauniyah, artinya segala yang dikehendaki Allah pasti terjadi, tetapi tidak mesti hal itu dicintai-Nya. Inilah yang disebut masyi’ah , firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:  …Kalau Allah mengjhendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan, akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya. (Al-Baqarah :253).
    …Jika Allah menghendaki untuk menyesatkanmu. Dia adalah Rabbmu, dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan.(Hud :34).

  2. Iradah Syar’iyyah, yaitu apa yang dikehendaki Allah kepada hamba-Nya yang sifatnya tidak mesti terjadi, tetapi apa yang dikehendakinya ini adalah sesuatu yang dicintai-Nya. Firman Allah
    Dan Allah hendak menerima taubatmu…(An-Nisa’:23).

  • Kita mengimani bahwa Iradah Allah, yang kauniyah maupun yang syar’iyah adalah sesuai dengan sifat hikmah (kebijaksanaan)-Nya. Segala hal yang telah ditentukan Allah dalam alam semesta ini atau syari’at yang telah diperintahkan Allah kepada umat manusia untuk beribadah kepada-Nya, sesungguhnya adalah suatu hikmah dan sesuai dengan sifat hikmah (kebijaksanaan)-Nya, baik hikmah itu dapat kita ketahui atau akal pikiran kita tidak mampu mengetahuinya. Karena Allah Ta’ala berfirman.

    Bukankah Allah itu hakim yang sebijak-bijaknya?.(At-Tin:8).

    …Dan tiada yang lebih bijak hukumnya daripada Allah bagi orang-orang yang meyakini.(Al-Maidah:50).

  • Kita mengimani bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai para (wali) aulia-Nya. Dan mereka pun mencintai-Nya, sebagaimana firman Allah
    Katakanlah (Muhammad):Jika kamu benar-benar beriman kepada Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu….(Al ‘Imran:31).

    Maka tentu Allah akan mendatangkan suatu kaum yang dicintai-Nya dan merekapun mencintai-Nya…(Al-Ma’idah:54).

    Dan berbuat baiklah, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.(Al-Baqarah:195).

  • Kita mengimani bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala meridhoi segala amal dan ucapan yang disyariatkan-Nya, dan membenci segala hal yang dilarang-Nya, firman-Nya: Jika kamu kafir, maka sesungguhnya Allah tidak memerlukanmu dan Dia tidak meridhau kekafiran bagi para hamba-Nya. Tetapi jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.(Az-Zumar:7)

    …Tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka maka Allah melemahkan keinginan mereka dan mengatakan kepada mereka :Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.(At-Taubah: 46).

  • Kita mengimani bahwa Allah Ta?ala meridhai orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, firman-Nya: Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu, adalah balasan bagi orang-orang yang takut kepada Rabbnya.(Al-Bayyinah:8)

  • Kita mengimani bahwa Allah ta’ala murka kepada orang-orang kafir dan selain mereka yang berhak mendapatkan kemurkaan-Nya. Firman Allah:  ..(yaitu)orang-orang yang berprasangka buruk kepada Allah, mereka akan mendapat giliran kebinasan yang amat buruk dan Allah murka kepada mereka…(Al-Fath:6).

    …Akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya adzab yang besar.(An-Nahl:106).

  • Kita mengimani bahwa Allah Ta’ala mempunyai wajah yang disifati-Nya dengan keagungan dan kemuliaan, firman Allah:

    Dan tetap kekal wajah Rabbmu, yang mempunyai keagungan dan kemuliaan.(Ar-Rahman:27)

  • Kita mengimani bahwa Allah mempunyai dua Tangan yang Agung lagi Mulia, Firman-Nya : …tetapi kedua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana yang dikehendaki-Nya…(Al-Ma’idah :4).

    Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya. Padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nyapada hari kiamat dan seluruh langit digulung dengan Tangan Kanan-Nya, Maha suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.(Az-Zumar:67).

  • Kita mengimani bahwa Allah Ta’ala mempunyai dua Mata yang sebenarnya, firman-Nya:

    Dan buatlah bahtera itu dengan (pengawasan) mata kami…(Hud:37).

    Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
    …Tabir Allah itu adalah Nur. Andaikata dibuka-Nya niscaya cahaya kemuliaan wajah-Nya akan membakar segala makhluk-Nya yang terkena pandangan Mata-Nya.. (Muslim Kitabul iman).

    Ahlussunnah sepakat bahwa Mata Allah adalah dua, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, tentang dajjal:
    …Sesungguhnya Dajjal itu buta sebelah matanya, tetapi Rabbmu tidaklah buta sebelah mata-Nya….(Bukhari kitab tauhid,Muslim Kitab fitan wa asyraath as-saa’ah).

  • Kita mengimani bahwa Allah Ta’ala :
    Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedangkan Dia mengetahui segala yang melihat. Dan Dia-lah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.(Al-An’am:103).

  • Kita mengimani bahwa kaum mu’minin akan melihat Allah pada hari kiamat, sebagaimana firman-Nya: Wajah-wajah (kaum mu’minin) pada hari itu berseri-seri, Kepada Rabbnya mereka melihat.(Al-Qiyamah:22-23).

  • Kita mengimani bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak ada sesuatupun yang serupa dengan-Nya, karena kesempurnaan sifat-sifat-Nya.
    …Tiada sesuatupun yang serupa dengan-Nya. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.(Asy-Syura:11).

  • Kita mengimani bahwa Allah tidak pernah mengantuk dan tidak pernah pula tidur, karena Dia Maha Hidup dan Maha Menegakkan urusan makhluk-Nya; tidak berlaku zhalim, karena Dia Maha Adil; tidak lalai terhadap segala amal perbuatan hamba-Nya, karena Dia maha Awas dan Maha Mengetahui.

1 comment so far

  1. ngajisalaf on

    kita harus kembali kejalan Al hAq


Tinggalkan Jawapan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Tukar )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Tukar )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Tukar )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

  • Komen Terbaru

    Aku Lagi on Amalan2 bida’ah dlm masy…
    rully oktario edison… on Berhati-hati atas perkara yang…
    Arjun Sang Pengembar… on Ilmu Laduni, Antara Hakikat da…
    Ervydal Nasir on Ilmu Laduni, Antara Hakikat da…
    Kang Setro Suprapto on Ilmu Laduni, Antara Hakikat da…
  • Arkib

  • Blog Stats

  • Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.

    %d bloggers like this: